Pilkada Serentak 27 Juni 2018 akan diikuti 171 Daerah, Ini Daftarnya

Pilkada Serentak 27 Juni 2018 akan diikuti 171 Daerah, Ini Daftarnya

Pilkada Serentak 27 Juni 2018
Komisi pemilihan umum (KPU) akan menggelar Pilkada Serentak pada 27 Juni 2018, Sebanyak 171 daerah akan mengikuti Pilkada 2018 ini.

Tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai 10 bulan sebelum hari pencoblosan. Itu berarti tahapan dimulai Agustus 2017.

(Baca juga: "KPU RI: Pilkada Serentak 2018 Digelar 27 Juni 2018")

171 daerah tersebut terdiri dari 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten. Berikut ini 171 daerah yang mengikuti Pilkada 2018 tersebut:


Provinsi
  1. Sumatera Utara
  2. Riau
  3. Sumatera Selatan
  4. Lampung
  5. Jawa Barat
  6. Jawa Tengah
  7. Jawa Timur
  8. Bali
  9. Nusa Tenggara Barat
  10. Nusa Tenggara Timur
  11. Kalimantan Barat
  12. Kalimantan Timur
  13. Sulawesi Selatan
  14. Sulawesi Tenggara
  15. Maluku
  16. Papua
  17. Maluku Utara

Kota
  1. Kota Serang
  2. Kota Tangerang
  3. Kota Bengkulu
  4. Kota Gorontalo
  5. Kota Jambi
  6. Kota Bekasi
  7. Kota Cirebon
  8. Kota Sukabumi
  9. Kota Bandung
  10. Kota Banjar
  11. Kota Bogor
  12. Kota Tegal
  13. Kota Malang
  14. Kota Mojokerto
  15. Kota Probolinggo
  16. Kota Kediri
  17. Kota Madiun
  18. Kota Pontianak
  19. Kota Palangkaraya
  20. Kota Tarakan
  21. Kota Pangkal Pinang
  22. Kota Tanjung Pinang
  23. Kota Tual
  24. Kota Subulussalam
  25. Kota Bima
  26. Kota Palopo
  27. Kota Parepare
  28. Kota Makassar
  29. Kota Bau-bau
  30. Kota Kotamobagu
  31. Kota Sawahlunto
  32. Kota Padang Panjang
  33. Kota Pariaman
  34. Kota Padang
  35. Kota Lubuklinggau
  36. Kota Pagar Alam
  37. Kota Prabumulih
  38. Kota Palembang
  39. Kota Padang Sidempuan

Kabupaten
  1. Kab Aceh Selatan
  2. Kab Pidie Jaya
  3. Kab Padang Lawas Utara
  4. Kab Batu Bara
  5. Kab Padang Lawas
  6. Kab Langkat
  7. Kab Deli Serdang
  8. Kab Tapanuli Utara
  9. Kab Dairi
  10. Kab Indragiri Hilir
  11. Kab Merangin
  12. Kab Kerinci
  13. Kab Muara Enim
  14. Kab Empat Lawang
  15. Kab Banyuasin
  16. Kab Lahat
  17. Kab Ogan Komering Ilir
  18. Kab Tanggamus
  19. Kab Lampung Utara
  20. Kab Bangka
  21. Kab Belitung
  22. Kab Purwakarta
  23. Kab Bandung Barat
  24. Kab Sumedang
  25. Kab Kuningan
  26. Kab Majalengka
  27. Kab Subang
  28. Kab Bogor
  29. Kab Garut
  30. Kab Cirebon
  31. Kab Ciamis
  32. Kab Banyumas
  33. Kab Temanggung
  34. Kab Kudus
  35. Kab Karanganyar
  36. Kab Tegal
  37. Kab Magelang
  38. Kab Probolinggo
  39. Kab Sampang
  40. Kab Bangkalan
  41. Kab Bojonegoro
  42. Kab Nganjuk
  43. Kab Pamekasan
  44. Kab Tulungagung
  45. Kab Pasuruan
  46. Kab Magetan
  47. Kab Madiun
  48. Kab Lumajang
  49. Kab Bondowoso
  50. Kab Jombang
  51. Kab Tangerang
  52. Kab Lebak
  53. Kab Gianyar
  54. Kab Klungkung
  55. Kab Lombok Timur
  56. Kab Lombok Barat
  57. Kab Sikka
  58. Kab Sumba Tengah
  59. Kab Nagekeo
  60. Kab Rote Ndao
  61. Kab Manggarai Timur
  62. Kab Timor Tengah Selatan
  63. Kab Alor
  64. Kab Kupang
  65. Kab Ende
  66. Kab Sumba Barat Daya
  67. Kab Kayong Utara
  68. Kab Sanggau
  69. Kab Kubu Raya
  70. Kab Pontianak
  71. Kab Kapuas
  72. Kab Sukamara
  73. Kab Lamandau
  74. Kab Seruyan
  75. Kab Katingan
  76. Kab Pulang Pisau
  77. Kab Murung Raya
  78. Kab Barito Timur
  79. Kab Barito Utara
  80. Kab Gunung Mas
  81. Kab Barito Kuala
  82. Kab Tapin
  83. Kab Hulu Sungai Selatan
  84. Kab Tanah Laut
  85. Kab Tabalong
  86. Kab Panajam Pasut
  87. Kab Minahasa
  88. Kab Bolmong Utara
  89. Kab Sitaro
  90. Kab Minahasa Tenggara
  91. Kab Kep Talaud
  92. Kab Morowali
  93. Kab Parigi Moutong
  94. Kab Donggala
  95. Kab Bone
  96. Kab Sinjai
  97. Kab Bantaeng
  98. Kab Enrekang
  99. Kab Sidereng Rappang
  100. Kab Jeneponto
  101. Kab Wajo 
  102. Kab Luwu
  103. Kab Pinrang
  104. Kab Kolaka
  105. Kab Gorontalo Utara
  106. Kab Mamasa
  107. Kab Polewali Mandar
  108. Kab Maluku Tenggara
  109. Kab Membramo Tengah
  110. Kab Paniai
  111. Kab Puncak
  112. Kab Deiyai
  113. Kab Jayawijaya
  114. Kab Biak Numfor
  115. Kab Mimika
Read More
KPU RI: Pilkada Serentak 2018 Digelar 27 Juni 2018

KPU RI: Pilkada Serentak 2018 Digelar 27 Juni 2018

Pilkada Serentak 2018
Pilkada serentak 2017 telah usai, kini berlanjut ke tahapan pilkada serentak 2018. Komisi pemilihan umum republik Indonesia (KPU RI) telah menetapkan tanggal pencoblosan Pilkada Serentak 2018. Rencananya, pencoblosan akan dilakukan pada 27 Juni tahun depan.

"Kemarin sudah kita ambil keputusan sementara untuk Pilkada serentak 2018, itu jatuh pada 27 Juni. Jadi setelah lebaran," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi di Jl Nyimas Melati, Kota Tangerang, Kamis (20/4/2017) seperti dikutip detik.com.

Pramono Ubaid Tantowi menambahkan bahwa tahapan Pilkada serentak 2018 akan dimulai pada Agustus 2017, yakni 10 bulan sebelum hari pencoblosan.

Jumlah daerah yang menggelar Pilkada serentak 2018 ini lebih banyak jika dibanding dengan Pilkada Serentak yang telah digelar pada tahun 2017, yakni diikuti 171 daerah.

Baca juga: "Pilkada Serentak 2018, ini 17 Provinsi yang Menggelar Pilgub"

Seperti telah diketahui bahwa Pilkada Serentak 2017 yang telah lalu diikuti 101 daerah.

Dari 171 daerah yang menggelar Pilkada serentak 2018, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sumber
Read More
Final: Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub DKI Jakarta data C1 KPU

Final: Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub DKI Jakarta data C1 KPU

Data c1 KPU Pilgub Jakarta

Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menyelesaikan proses memasukkan data perolehan suara dari 13.034 tempat pemungutan suara atau berkas C1, pada hari Kamis (20/4).

Dari hasil perhitungan manual / Real Count tersebut pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul. Berikut data lengkapnya yang kami ambil dari laman Situs Resmi KPU.

Baca juga: "Hasil Quick Count Putaran Kedua Pilgub DKI Jakarta 2017"

Hasil Hitung TPS (Form C1) Provinsi Dki Jakarta dengan data masuk: 13.034 dari 13.034 TPS atau 100%.
  • Pasangan nomnor urut dua, Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. memperoleh 42.05% atau 2.351.438 suara.
  • Pasangan nomnor urut tiga, Anies Baswedan, Ph.D. dan Sandiaga Salahuddin Unoemperoleh 57.95% atau 3.240.379 suara.

Total: 100% atau 5.591.817 suara
Data Masuk: 13.034 dari 13.034 TPS atau 100%
Diagram PIgub DKI 2017
Rekapitulasi sub wilayah:
  • Jakarta Barat pasangan Basuki-Djarot memperoleh 611.801 suara dan Anies-Sandi 685.079 suara. 
  • Jakarta Pusat pasangan Basuki-Djarot memperoleh 243.767 suara dan Anies-Sandi 332.850 suara. 
  • Jakarta Selatan pasangan Basuki-Djarot memperoleh 459.753 suara dan Anies-Sandi 754.140 suara.
  • Jakarta Timur pasangan Basuki-Djarot memperoleh 612.333 suara dan Anies-Sandi 992.624 suara.
  • Jakarta Utara pasangan Basuki-Djarot memperoleh 418.096 suara dan Anies-Sandi 466.568 suara.
  • Kepulauan Seribu pasangan Basuki-Djarot memperoleh 5.391 suara dan Anies-Sandi 8.796 suara

Data pemilih Pilkada Jakarta putaran kedua
  • Total daftar pemilih tetap: 7.257.204 suara.
  • Yang menggunakan haknya: 5.661.895 suara. 
  • Tingkat paritisipasi pemilih: 78 persen.

Read More
Profil Tokoh-Tokoh yang Digadang-gadang Maju ke Pilgub Jabar 2018

Profil Tokoh-Tokoh yang Digadang-gadang Maju ke Pilgub Jabar 2018

Setelah usai digelar Pilkada serentak 2017 di 101 daerah di Indonesia, berlanjut ke Pilkada serentak 2018. Jawa Barat adalalah salah satu daerah yang akan menggelar pemilihan Gubernur dan Wakilnya di tahun tersebut. Sejumlah nama digadang-gadang akan maju mencalonkan diri menjadi kepala daerah Tanah Pasundan.

Dirangkum VIVA.co.id, Rabu, 22 Maret, sebagian dari nama yang digadang-gadang ini, menyatakan siap untuk maju. Nama-nama ini tak akan jauh dari penjaringan yang akan dilakukan 10 parpol yang punya kursi di Jawa Barat. Ada juga partai yang sudah mengusung salah seorang nama seperti Ridwan Kamil oleh Nasdem.


Berikut nama yang digadang-gadang akan maju ke Pilgub Jawa Barat 2018:


Ridwan Kamil

Ridwan Kamil
Mochamad Ridwan Kamil, S.T, M.U.D (lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971; umur 45 tahun) adalah Wali Kota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi pejabat publik, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung. Emil merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih. Pada tahun 2013 Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai wali kota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil wali kota. Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Wali Kota Bandung 2013.

Walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini bisa dikatakan yang paling menyedot perhatian publik setelah diusung Nasdem, Minggu, 19 Maret. Kiprahnya selama memimpin Bandung dinilai Nasdem berhasil dan menjadi alasan partai pimpinan Surya Paloh itu mengusung pria berlatar belakang arsitek tersebut.

Saat deklarasi Nasdem, Ridwan lantas berterima kasih kepada Nasdem yang telah memberikan dukungan untuk maju.


Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi
H. Dedi Mulyadi, S.H. (lahir di Sukasari, Subang, 11 April 1971) adalah Bupati Purwakarta petahana. Ia dilantik pada tanggal 13 Maret 2008. Sebelum jadi Bupati, Dedi Mulyadi menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dan menjadi Wakil Bupati Purwakarta pada periode (2003-2008) bersama Lily Hambali Hasan. Pada Pilkada 2013, Dedi Mulyadi terpilih kembali menjadi Bupati Purwakarta untuk periode 2013-2018 berpasangan dengan Dadan Koswara.

Pada 23 April 2016, Dedi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Periode 2016 - 2020 menggantikan Irianto MS Syafiuddin atau biasa yang dikenal dengan nama Yance.

Dedi Mulyadi yang biasa memakai iket di kepala ini sudah lama diisukan bakal maju ke Pilkada Jawa Barat. Apalagi, setelah didapuk menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat.


Desy Ratnasari

Desy Ratnasari
Desy Ratnasari (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 Desember 1973 merupakan aktris film dan sinetron, model, bintang iklan, penyanyi, dan pembawa acara papan atas Indonesia. Ia sekarang Anggota DPR dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang disiapkan ke Pilkada Jawa Barat 2018. Mantan aktris ini dianggap PAN sebagai kader yang mumpuni dan punya basis loyal di Jawa Barat.


Primus Yustisio

PrimusYustisio
Primus Yustisio (lahir di Jakarta, 17 Agustus 1977) adalah aktor dan politikus berkebangsaan Indonesia. Ia mulai dikenal saat membintangi sinetron Cinta. Ia adalah Anggota Komisi VI DPR dari PAN - Jawa Barat V yang menengani Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM dan BUMN, Standarisasi Nasional.

Nama Primus Yustisio tetap menjadi salah satu andalan PAN untuk menarik basis massa. Anggota Komisi VI DPR ini masuk pertimbangan PAN untuk diusung ke Pilkada Jawa Barat selain Desy Ratnasari dan Bima Arya.

Kapasitas Primus yang  menjadi anggota DPR selama dua periode menjadi acuan. Wakil rakyat dari daerah pemilihan V Kabupaten Bogor ini juga dianggap punya basis massa.


Deddy Mizwar

Deddy Mizwar
H. Deddy Mizwar (lahir di Jakarta, Indonesia , 5 Maret 1955) adalah Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2013. Ia juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia. Ia pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009. Deddy Mizwar merupakan politikus dari jalur independen yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera. Pada Pilkada Jawa Barat 2013, dia terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Ahmad Heryawan.

Deddy Mizwar juga disebut akan maju ke Pilkada Jawa Barat. Di beberapa kesempatan, Deddy mengisyaratkan kesiapannya untuk maju. Ia mengatakan sudah bertemu dengan beberapa pimpinan parpol seperti Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Berpengalaman menjabat wakil gubernur selama satu periode, pria yang berprofesi sebagai aktor ini siap bersaing maju ke Pilgub Jabar. Diharapkan persaingan menuju ajang Pilkada Jabar dilakukan dengan cara elegan.


Netty Prasetyani Heryawan

Netty Prasetyani Heryawan
Dr. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan (lahir di Pacitan, 15 Oktober 1969) adalah seorang aktivis Indonesia yang merupakan istri Gubernur Jawa Barat periode 2008-2018, Ahmad Heryawan. Sebagaimana suaminya, ia adalah kader Partai Keadilan Sejahtera.

Nama Netty mencuat karena disebut siap maju ke Pilkada Jawa Barat 2018. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan memprioritaskan kadernya untuk maju. Apalagi Jawa Barat memiliki basis massa PKS. Netti sendiri santai menanggapi isu kesiapannya maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018. Alasannya, karena tahapan Pilgub Jabar masih lama dan belum dimulai.


Dede Yusuf

Dede yusuf
Dede Yusuf Macan Effendi, ST (lahir di Jakarta, 14 September 1966) atau lebih dikenal dengan nama Dede Yusuf adalah Ketua Komisi IX (Tenaga Kerja, Kependudukan, Kesehatan) DPR RI periode 2014-019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2008 hingga 13 Juni 2013. Ia juga seorang aktor Indonesia yang terkenal akan film-film laganya. Dede pernah menjadi salah seorang anggota DPR dari PAN periode 2004-2009. Ia pindah partai dari PAN ke Partai Demokrat pada tahun 2013. Pada pesta Demokrasi Pemilukada Gubernur Jawa Barat 2013, ia memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi Gubernur berpasangan dengan Sekretaris Daerah Jawa Barat Lex Laksamana di nomor urut 3.

Nama Dede Yusuf masuk bursa nama yang akan maju ke Pilgub Jabar. Berpengalaman sebagai wakil gubernur selama satu periode, jadi keunggulan pria berusia 50 tahun. Apalagi, Dede memiliki mesin parpol Demokrat yang siap mendukung untuk maju. Namun, sejauh ini, belum ada kata siap dari mantan aktor ini.


Bima Arya

Bima AryaDr. Bima Arya Sugiarto (lahir di Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 1972) adalah seorang politisi Indonesia. Bima adalah wali kota Bogor periode 2014-2019.

Bima lahir di Bogor pada 17 Desember 1972. Bima merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Dia merupakan putra dari Toni Sugiarto, seorang pewira polisi. Bima menamatkan pendidikan SD di SDN Polisi IV, SMP di SMPN 1 Bogor, SMA di SMAN 1 Bogor. Selanjutnya Bima lulus kuliah di Universitas Parahyangan dengan gelar sarjana hubungan internasional. Bima lalu melanjutkan studinya di Monash University di Melbourne, Australia; dan Australian National University di Canberra, Australia.

Bima Arya dinilai punya kapasitas untuk maju ke Pilkada Jawa Barat. Ia dianggap berhasil oleh partainya selama memimpin kota Bogor. PAN tak sungkan menyebut Bima sebagai kepala daerah yang fokus dan bertanggungjawab di daerahnya.
Read More